Tak bisa dipungkiri, dengan semakin kompleksnya kebutuhan
komunikasi perusahaan dan karyawan yang menggunakan perangkatnya untuk
mengakses data perusahaan dari luar kantor, baik itu melalui ponsel
pintar, tablet, jam pintar dan juga dengan berbagai macam Operating
Sistem, peluang kebocoran data perusahaan atau masuknya malware atau
hackers ke dalam jaringan perusahaan semakin besar.
Hal tersebut terbukti dari survey yang dilakukan Blackberry. Dalam survey itu yang dikirimkan kepada Merdeka.com, terlihat lebih dari 68 persen responden melihat bahwa perangkat mobile merupakan link yang paling lemah dalam sistem kerja security untuk komunikasi perusahaan.
Gadget mobile juga diklaim merupakan akses point yang disukai oleh para hacker. Sekitar 59 persen responden juga mengatakan bahwa sejumlah kebocoran data dalam organisasi terjadi melalui perangkat seluler / mobile.
Oleh sebab itu, BlackBerry melalui solusi Enterprise BES12 menawarkan kepada perusahaan sebuah solusi Enterprise Mobility Management untuk mengatur semua perangkat mobile yang dapat mengakses data perusahaan dari luar kantor.
Solusi ini diklaim dapat mengatur semua perangkat dengan multiple platform baik semua perangkat Android, BlackBerry, iOs dan Windows Phone. Solusi BES12 ini pun dapat diaplikasikan dengan server on premise ataupun melalui cloud dan juga hybrid.
Dengan demikian organisasi TI dapat dengan mudah mengontrol dan mengatur semua perangkat dan jaringan perusahaan serta data yang diakses hanya dengan 1 konsol, yang memudahkan dan secara biaya pun lebih efektif bagi perusahaan dan yang terpenting adalah dengan standar keamanan terbaik yang dimiliki oleh BlackBerry.

0 komentar
Posting Komentar